PPK “Sesak Napas” Belanja Hibah di Musi Rawas Terealisasi Rp. 81,8 Milyar

  • Whatsapp

LINGGAU UPDATE — PEJABAT Penatausahaan Keuangan (PPK) pada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Musi Rawas (Mura), Novi, terkait Realisasi penyaluran belanja hibah tahun anggaran 2020 senilai Rp.81,8 Milyar sedang “Sesak Napas”.

Sewaktu hendak di Wawancarai dikantornya, Novi, selaku Pejabat Penatausahaan Keuangan di BPKAD Musi Rawas atas Pelaporan Keuangan berkaitan dengan realisasi penyaluran belanja hibah, melalui Stap-nya beliau belum bisa ditemui. “Pesan ibuk, Novi, dia sedang sesak napas dan lain kali saja,” pesan-nya kepada Media LinggauUpdate.Com.

Informasi data, diketahui Pemerintah daerah melalui Pengelola Keuangan Daerah (PPKD) di BPKAD Musi Rawas (Mura) ditahun 2020 telah mengalokasikan anggaran untuk belanja hibah senilai Rp.83,9 milyar dengan realisasi senilai Rp.81,8 Milyar atau sebesar 97,65 persen.
Sebelumnya, disampaikan Kepala Sub Bidang Perencanaan Anggaran Daerah (1) (Kasubid) di Bidang Anggaran BPKAD Musi Rawas, Feri, untuk verifikasi data realisasi penyaluran belanja hibah dia mengatakan itu tugas Pejabat Penatausahaan Keuangan (PPK).

“Soal, realisasi hibah. Akui, Feri, tanyakan ke PPK (Novi)”. Dikatakan, dirinya dalam belanja hibah tidak ada kaitan, dan hanya saja dia diperbantukan atas permintaan Mantan Bupati Musi Rawas (Hendra Gunawan) untuk membuat seluruh Surat Nota Dinas atas Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD). “Saya, tidak ada kaitan. Tetapi, dirinya atas permintaan Mantan Bupati diminta membuat hampir seluruh NPHD Hibah,” terang Feri.

Sementara, menurut Kepala BPKAD Musi Rawas, Zulkiply Idris, mekanisme hibah itu atas pengajuan dari penerima melalui OPD masing-masing ke BPKAD sedangkan BPKAD hanya menyiapkan dan menyalurkan uang saja.

“Untuk, NPHD Hibah itu dibuat oleh masing-masing OPD,” ujarnya. (Toding Sugara)

Pos terkait