Proyek “Ahen” Di Sidak Komisi III DPRD Muratara

  • Whatsapp

MURATARA | LINGGAUUPDATE.COM  —TERINDIKASI dikerjakan tidak sesuai RAB atau Rencana Anggaran Biaya, Proyek pembangunan gedung Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Rupit, Kabupaten Musirawas Utara (Muratara) yang dilaksanakan oleh PT. Silampari Pratama Kencana. “Ahen” atau Indra Sumarjono, disidak (Inspeksi mendadak) Komisi III DPRD Muratara, Senin (16/9/2019).

Sidak, yang dilakukan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Muratara, yaitu Pengawasan terhadap Pembangunan gedung RSUD Rupit senilai Rp.14 milyar, yang konteksnya bersumber dari keuangan daerah. Adapun temun Komisi III DPRD Muratara dilokasi, diantaranya. Menemukan adanya pemasangan batu bata tidak mengunakan steik, dan juga terdapat Pemasangan besi yang menonjol sehingga berdampak tidak menyatunya coran bagian dak, serta bisa mempengaruhi kualitas bangunan.

“Temuan terhadap pengawasan proyek tersebut, terindikasi ada beberapa item pekerjaan yang hilang dari RAB”, ujar Ketua Komisi III DPRD Muratara, I Wayan Kocap.

Sementara ini, untuk Temuan Komisi III DPRD Muratara sudah kami sampaikan kepada pihak rekanan dan mereka siap membenahi pekerjaan itu.

“Apabila yang kita sampaikan tidak diindahkan, kami akan bongkar bangunan tersebut,” ungkap Ketua Komisi III DPRD Muratara.

Sebelumnya, beberapa bulan yang lalu dan Jauh sebelum proses tender diumumkan, Pengusaha pemilik Hotel ternama yang ada di Kota Lubuklinggau, Mengungkapkan kepada salah satu awak Media.

“Karna hasil perkerjaan kita sudah teruji, sehingga kita dapat amanah dan dikasih pekerjaan proyek senilai Rp 14 milyar, dari Petinggi Muratara. Selain itu dirinya berpesan kepada Media, Proyek itu tolong dijaga,” kata Ahen.

Informasi dihimpun, Rumah Sakit Rupit melalui anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2019, telah melontarkan dana sebesar Rp 14 milyar, untuk Pembangunan RSUD Rupit Muratara.

Bedasarkan data LPSE, bahwa Proses tender Pembangunan RSUD Rupit saat itu di ikuti oleh 17 peserta dari Perusahaan berbeda. Tetapi hanya terdapat satu Perusahaan yang melakukan penawaran, hingga ditetapkan Pemenang tender, yaitu. PT. Silampari Pratama Kencana. (Toding Sugara)

Pos terkait