Proyek Jalan Mambang-Beliti Jaya, Ajang ‘Konspirasi’

  • Whatsapp

LINGGAU UPDATE — TERKUAKNYA konsfirasi dugaan Mark Up volume pekerjaan sekitar ratusan juta, pada Peningkatan Jalan Mambang-Beliti Jaya tahun anggaran 2020. Akhirnya, membuat sejumlah Oknum Dinas PUBM Musirawas berulang kali disidik oleh Penyidik dari Tipikor Polda Sumsel, Rabu (7/7/2021).

Nama-nama Oknum Dinas PUBM Mura diperiksa, yaitu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Iwan, bersama Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Alvin, telah berulang kali dipanggil Penyidik Tindak Pidana Korupsi atau Tipikor Polda Sumatera selatan (Sumsel). Hal ini diungkapkan PPK diruang kerjanya baru-baru ini mengatakan. Pemanggilan Polda Sumsel untuk dimintai keterangan Proyek tahun 2020 atas Peningkatan Jalan Mambang-Beliti Jaya senilai Rp.13,7 milyar, Proyek itu dikerjakan oleh PT.Graha Purna Praja, dan Panjang jalan sekitar 4 kilo meter.

“Gara-gara proyek jalan. Akui dirinya (PPK), bersama PPTK saya (PPK) sudah sering diperiksa Polda”. Dikatakan PPK, panggilan Tipikor Polda Sumsel bedasarkan laporan Inteljen,”Selain dirinya, atas Laporan Inteljen itu Ditektris PT. Graha Purna Praja (Mariani) turut diperiksa Polda.

Terkait, persolaan ini sampai berita dilansir KASUBDIT Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Ditreskrimsus Polda Sumatera Selatan (Sumsel) belum berhasil dimintai tanggapan.

Diketahui, dalam pelaksanaan jalan tersebut saat itu terkesan ada Akal-akalan ‘Kongkalikong’ permainan kotor dari Dinas PUBM Musirawas diantaranya PPK, PPTK, dan Pengawas Teknis, sebagai Direksi Proyek telah menyatakan pekerjaan selesai dikerjakan 100 persen. Tetapi, bedasarkan LHP BPK ternyata Jalan tersebut terdapat kekurangan volume pekerjaan dengan dana sebesar Rp.285 juta. (Toding Sugara)

Pos terkait