Ratusan Juta Dalam Setahun, Pertanggungjawaban Iuran KOPRI Lubuklinggau Dipertanyakan

  • Whatsapp

LINGGAUUPDATE.COM  – penggunaan dan pertanggungjawaban anggaran iuran Korps Pegawai Indonesia (KORPRI) Kota Lubuklinggau dipertanyakan.

Iuran KORPRI ini dipungut dari gaji PNS se – Kota Lubuklinggau dengan nominal yang bervariasi, berpatokan pada esselon dan golongan masing – masing.

Dengan kisaran jumlah PNS se – kota Lubuklinggau yang mencapai 4000an PNS, angka nominal iuran itu mencapai ratusan juta didalam 1 tahun nya.

Berdasarkan dari beberapa sumber yang didapatkan, mengungkapan bahwa didalam pertanggungjawaban pengunaan anggaran Korpri yang bersumber dari gaji PNS tersebut diduga tidak jelas penggunaan nya.

“iuran itu sumber nya dari gaji PNS yang dipotong untuk KORPRI, itu yang dipotong gaji nya seluruh PNS se Kota Lubuklinggau. Yang jadi pertanyaan seperti apa pertanggungjawaban didalam penggunaan anggaran itu, itu patut dipertanyakan karena nominal nya tidak sedikit loh, ratusan juta dalam satu tahunnya,” Ujar nya.

Kemudian, ia juga mempertanyakan adakah pengauditan atau pemeriksaan terhadap anggaran tersebut.
“ Kalau APBD kan jelas ada BPK sebagai pemeriksa, nah kalau anggaran ini siapa yang audit, yang meriksa pertanggungjawaban nya.” Jelas nya.

Sementara itu, Rahman Sani selaku Sekretaris Daerah (Sekda) Lubuklinggau dan selaku ketua KORPRI Lubuklinggau menyangkal bahwa hal itu bukanlah pemotongan gaji akan tetapi itu adalah iuran yang diperuntukan untuk kegiatan didalam KORPRI. Jumat (13/12).

“itu bukan istilah nya pemotongan itu iuran KORPRI, kalau kita ngomong motong, salah. Karena memang ada iuran nya KORPRI itu, sudah lama kita mulai itu kan. Itu ada dua macam, yang pertama itu iuran untuk amal kematian. Iuran amal kematian itu per esselon ditarik, esselon 2, esselon 3 dan esselon 4. Kalau tidak salah per esselon itu dua ribu apa tiga ribu, amal kematian itu guna nya kalau ada pegawai kita yang meninggal dunia, itu dapat santunan sebesar 7 juta. Kalau istri nya yang Sah meninggal itu juga ada, lupa saya berapa juta nominal nya. Sudah itu anak yang ditanggung, nah kalau pegawai negeri itukan dua kan, nah itu juga dapat berapa juta. Sudah itu kalau pegawai honor, kita juga ada santunan dari KOPRI walaupun tidak ditarik iuran nya kalau tidak salah dapat 1 juta apa 1,5 juta. Untuk iuran nya kalau tidak salah esselon 4 itu 5000, esselon 3 itu 10.000, esselon 2 seperti Sekda itu 50.000,” Jelas Rahman Sani kepada wartawan.

Kemudian yang kedua dijelaskan Rahman Sani diperuntukan untuk amal Bakti sosial yang ditarik per golongan.

“satu lagi untuk amal bakti sosial, itu pergolongan ditarik, ada yang sebesar 2000 sampai 3000. Itu dibayar untuk dimasa pensiun, nah pensiun itu nanti akan dapat cindera mata emas. Di tanggal 17 nanti itu ada pembangian nya, ditahun ini ada 147 pegawai yang pensiun, itu dapat 5 gram emas. Nah kalau yang ditahun ini tekor dari iuran itu, terpaksa kita pinjam dulu untuk ganti nya. Karena emas saja naik, biasanya yang pensiun itu sebanyak 60 sampai 80 dlaam setahun tapi ini sudah sampai 147 yang pensiun. Nah itulah kegunaan iuran itu,” Diutarakan nya.


Lalu untuk pertanggungjawaban anggaran tersebut diakui Rahman Sani bahwasanya ada dan dijelaskan nya pula bahwa iuran tersebut diambil lalu disetorkan melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masing – masing Pegawai.

Dan Rahman Sani juga enggan bila penarikan tersebut dikatakan pemotongan, akan tetapi penarikan tersebut ialah iuran KOPRI. (Putra Sihombing)

Pos terkait