Realisasi Santunan Kematian, Tanpa Perda

  • Whatsapp

LINGGAU UPDATE —  PENYALURAN uang santunan kematian yang direalisasikan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Musi Rawas (Mura), ternyata belum didukung dengan Peraturan Daerah atau Tanpa PERDA. ***

Persoalan tersebut dibenarkan Kepala Dinsos Mura, Agus Susanto, Senin (4/10/2021) betempat dihalaman gedung Paripurna DPRD Musirawas usai menghadiri rapat paripurna penyampaian dua (2) Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Musirawas.
“Benar, pemberian santunan kematian mendahului Perda. Tetapi, sudah diatur melalui Peraturan Bupati (Perbup)”. Dikatakanya saat ini uang satunan itu sudah dibagikan kepada ahli waris jumlah penerima sekitar 1000 lebih, dan besaran uang santunan kematian diterima itu sebesar Rp 3 juta.”Soal mendahuli Perda. Saya, rasa tidak ada masalah,” ungkap Agus Susanto.

Hari sama, menyikapi persoalan baru akan dibahasnya Perda tentang Santunan Kematian untuk Masyarakat Musi Rawas, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Musi Rawas dari Partai Bulan Bintang (PBB), Tepno Suhartoyo. Mengungkapkan soal penyaluran santunan kematian itu kemungkinan ada aturan yang mengatur untuk memperbolehkan realisasi kegiatan mendahului Perda.

“Kemungkin ada aturan lain, soal diperbolehkan atau tidak. Jujur, saya tidak begitu paham,” kata Tepno Suhartoyo.

Pemerintah Kabupaten Musi Rawas (Mura) melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD-Perubahan) tahun 2021 pada Dinas Sosial telah mengalokasikan dana sebesar Rp 6 milyar untuk Santunan Kematian bagi Masyarakat di 14 Kecamatan. (Toding Sugara).

Pos terkait