Rehab Irigasi Rp.9 Milyar, Diduga Proyek “Bancakan” Dinas PSDA Sumsel

  • Whatsapp

LINGGAUUPDATE.COM — KEGIATAN rehab irigasi D.I Air Deras I di Desa Sukakarya, Kabupaten Musi Rawas (Mura) tahun 2019 senilai Rp.9 milyar, diduga proyek “Bancakan” Dinas PSDA atau Pengelolaan Sumber Daya Air Provinsi Sumatera selatan (Sumsel). Pasalnya, belum satu tahun bangunan ini sudah ambrol, Minggu (26/7).

Hal ini, diungkapkan Ketua LSM PPD, Herdianto, belum lama ini dirinya telah investigasi kelokasi kegiatan rehab irigasi di Desa Sukakarya, ternyata pekerjaan terlihat miris dan kondisi bangunan rusak berat mengalami ambruk dengan volume kisaran 5 meter, dan titik lain terdapat juga kondisi bangunan dibagian ban atas (Lantai) kondisinya sudah hancur dan menurun yang dikhawatirkan tidak lama lagi roboh.

“Kalau, dilihat fakta lapangan saya menduga ini Proyek bancakan Dinas PSDA Provinsi Sumsel”. Jelas Ketua LSM PPD.

Sementara, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Meri Miardi, juga sebagai Kepala Seksi (Kasi) Desain Sungai dan Danau pada Dinas PSDA Prov Sumsel. Terkait, persoalan ini dirinya memilih”Bungkam” sebab berulang kali dihubungi melalui untuk selulernya yang tersambung di nomor.0812 – 78 – 287xxx tidak direspon dan dikirim pesan sampai saat ini juga tidak dijawab.

Diketahui, kegiatan rehab irigasi D.I Air Deras I dibiayai oleh APBD Dinas PSDA Provinsi Sumsel tahun 2019 senilai Rp.9 milyar, dan mulai dikerjakan terhitung sejak tanggal 18 Oktober 2019 melalui CV. Marinka, dengan nilai kontrak Rp.8,9 milyar terindikasi banyak item pekerjaan yang diselewengkan hingga berdampak minimnya kualitas bangunan.

Sebelumnya, disampaikan oleh Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Hendri Jumerson, menjelaskan Kegiatan tersebut sudah di audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan sudah diperiksa Jaksa.

“Kerugian negara sesuai temuan BPK sudah dikembalikan pihak Rekanan”. Dikatakanya dalam hal ini, dirinya pernah diperiksa oleh Penyidik Kejati Sumsel dan membawa sejumlah dokumen penting “Soal, pemeriksaan di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel telah selesai, dan Saya sendiri yang mengurusnya pada pak Raimel”, kicau Hendri Jumerson. (Toding Sugara)

Pos terkait