Rehabiltasi Irigasi di Desa T2 Purwakarya Dipertanyakan

  • Whatsapp

MUSI RAWAS – Rehabiltasi Irigasi di Desa T2 Purwakarya Kecamatan Purwodadi Kabupaten Musi Rawas patut di pertanyakan. Dencik warga setempat, bingung karena keberadaan proyek yang tidak jelas ini milik dinas apa, karena selain pengerjaannya tidak rapi dan tidak ada plang atau papan merek. Selasa (27/8).

Keberadaan proyek irigasi menjadi buah bibir masyarakat setempat. Proyek tanpa papan merek ini menurut warga dikerjakan tidak sesuai standar, cara kerja yang tidak rapi dan diduga tidak bertahan lama.

Menurut Dencik, Jum’at (23/8) pengerjaan proyek ini di mulai sejak bulan Juni tanpa ada papan proyek alias tidak pernah di pasang dilokasi perkerjaan.

“Sejak awal pekerjaan rehab irigasi ini tidak jelas milik dinas mana, sebab tidak ada papan proyek nya. Namun sepengetahuan saya yang sering datang ke sini Agus dari Kota Lubuklinggau”, katanya.

Lanjut Dencik, dilihat dari pekerjaan itu tidak rapi “ditendang sedikit saja sudah roboh. Jika tidak percaya, silahkan saja lihat sendiri cara mereka kerja, ujarnya.

Tidak hanya Dencik, menurut warga yang sama, Iwan, menungkapkan tidak tahu mengenai banggunan tersebut. Sebab pekerjaan ini tidak melibatkan orang kampung sini semua pekerja di datangkan dari kota lubuk linggau.

“Proyek ini dari dinas mana Saya tidak tahu, karena tidak ada papan proyek nya. Warga disini juga banyak yang tidak tahu proyek dari dinas mana, berapa dana nya dan dari mana sumber dana nya”, terang Iwan.

Sambung Iwan, yang sering datang kelokasi sepengetahuan dirinya adalah Era dari PU Pengairan Musi Rawas dan Dua orang pengawas, Untung dan Abas, ujar Iwan.

Sementara menurut pihak PU CKTRP, Feri Putra, selaku Kepala Bidang Pengairan (27/), mengatakan, Rehabiltasi Irigasi di Desa T2 Purwakarya milik PU CKTRP. Sumber dana nya dari DAK, nilainya sebesar 500 Juta.

“Proyek irigasi itu mulai dikerjakan bulan Juni lalu dan sempat tertunda dikarenakan proses penggeringan air”, terang Feri.

Untuk ukuran panjang pekerjaan peroyek tersebut beragam. Pekerjaan itu di kerjakan per spot, mana siring yang rusak kita perbaiki dan mana yang tidak rusak di plaster saja di sesuai kan dengan anggarannya. Terkait tidak adanya papan peroyek “papan proyek itu ada mungkin terselip”, terang Feri.

Berdasar pantauan, di lokasi terlihat banggunan yang sudah dikerjakan lebih kurang panjang sekitar 800 Meter, tinggi 2,5 Meter dengan lebar dan tebal 20 Cm. Selain itu terlihat ada beberapa bagian yang belum di plaster termasuk lantai dasar bangunan.

(DARMAWI)

Pos terkait