Sengkarut Dana Penyertaan Modal PDAM Tirta Bukit Sulap Mencuat

  • Whatsapp

LINGGAU  UPDATE — Kasus dugaan korupsi terus mendera Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bukit Sulap (TBS) Lubuklinggau ***

Belakangan ini, kasusnya merentang luas persoalan mulai dari akumulasi pemberiaan modal diterima, sampai laporan realisasi keuangan tidak dapat diyakini kebenarannya. Masalah ini justru mengantarkan sejumlah Oknum Pejabat dilingkungan BUMD Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bukit Sulap milik Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau, kepada Penyidik Pidsus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Sumatera Selatan di Palembang.

Pemeriksaan terhadap beberapa Oknum tersebut dibenarkan Penyidik di Kejati Sumsel (Nuril), Selasa (17/11) melalui selulernya tersambung dinomor.085230302xxx, mengatakan lebih jelas dia menyarankan tanyakan langsung kepada Kasi Penkum Kejati Sumsel, Khaidirman.

“Pemeriksaan sejumlah Pejabat di PDAM Tirta Bukit Sulap itu benar. Terkait, hasil pemeriksaan kasus tersebut sesuai SOP atau Standar Operasional Prosedur. Akuinya, silahkan ke Kasi Penkum,” terang, Nuril.

Sementara, arus kas masuk dan keluar atas penyertaan modal beberapa tahun yang sudah diterima PDAM Tirta Bukit Sulap terkesan carut marut. Pasalnya, ditahun lalu berujung kerugian dengan nominal mencapai Rp 19,5 milyar.


Sedangkan, dana satu milyar lebih bersumber dari penyertaan modal tahun anggaran 2020 di PDAM Tirta Bukit Sulap, dan peruntukan dana dicurigai. (Cakok)

Pos terkait