Sering Dinas Luar, Pejabat Disperindag Musi Rawas Rugikan Keuangan Daerah

  • Whatsapp

MUSI RAWAS – Masyarakat menginginkan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas terbuka dan transparan terkait hasil Perjalanan Dinas yang dilakukan oleh para pejabat, khususnya di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab Mura. Seharusnya pemerintah mempublikasikan hasil dan manfaat dari perjalanan dinas keluar daerah, sehingga tidak menimbulkan banyak penafsiran di tengah masyarakat. Selasa (19/5/2020).

Mempublikasikan perjalan dinas yang dilaksanakan para pejabat merupakan bagian dari transparansi pemerintah yang erat kaitannya dengan angggaran. Sebab hal ini sangat penting untuk masyarakat mengetahuinya, sehingga masyarakat puas dari setiap hasil kerja pemerintah.

Berdasar data yang ada, Muhammad Kamil alias MK, aktivis yang selalu menyoroti transpansi anggaran di wilayah Kabupaten Musirawas, Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Musirawas Utara (MLM) menyebutkan adanya kebocoran kas daerah akibat kelebihan pembayaran uang transportasi Perjadin di Disperindag Mura tahun 2019 sebesar 12,8 juta.

“Sejak bulan Januari s.d Juli tahun 2019 Disperindag Mura telah melaksanakan sebanyak 39 kali perjalanan dinas luar daerah yang telah merugikan daerah sebesar 12,8 juta”, sebut MK.

Lanjut MK, tidak hanya kerugian daerah yang kita soroti, input dan output untuk daerah dan masyarakat dari 39 kali Perjadin luar daerah yang dilaksanakan pejabat Disperindag tersebut hasil nya apa, kritik nya.

“Sebagai masyarakat kita maklum kalau mereka keluar daerah. Silahkan saja, tetapi kalau pulang harus bawa hasil konkrit untuk rakyat. Kalau hanya jalan dan pulang tidak membawa apa-apa, tentu yang rugi rakyat,” cetus nya.

Sambung MK, dinas luar yang sering dilaksanakan pejabat di Disperindag Musirawas, bukannya manfaat yang dirasakan. Namun Kas daerah menjadi tekor alias rugi. Kerugian Kas daerah ini berdasar hasil audit BPK RI Perwakilan Provinsi Sumatera Selatan yang menyatakan ada kelebihan pembayaran uang transportasi perjalanan dinas sebesar 12,8 Juta.

“Kita menduga kelebihan pembayaran tersebut hingga saat ini belum di setor ke Kas daerah oleh ASN yang melaksanakan perjalanan dinas luar daerah tersebut”, duganya.(pgt)

Pos terkait