Sistem Pembayaran Honor ‘Carut Marut’ Disdik Muratara di Duga Tabrak Aturan

  • Whatsapp

MURATARA/LINGGAUUPATE.COM
REALISASI pembayaran honorium Jasa tenaga pendidikan (Non PNS), pada Dinas Pendidikan (Disdik) Muratara terindikasi tidak sesuai dengan aturan atau terkesan “Carut Marut,”.

Pasalnya sebagaiamana terungkap dalam laporan hasil pemeriksaan, mulai penganggaran dan realisasi serta pengelolaan TKS di Disdik Muratara telihat tidak memadai, serta menimbulkan berbagai masalah misalnya tidak sesuai dengan Peraturan Bupati karena Diketahui besaran alokasi anggaran belanja TKS atau Pegawai Non PNS yang dikelolah Disdik Muratara tahun 2019, sebesar Rp 16,5 milyar.Terdapat juga Realisasi anggaran yang tidak tepat sebesar Rp 3,4 milyar.

Sebagaimana diuraikan dalam LHP Badan Pemeriksa Keuangan (BPK-RI) terhadap Laporan Keuangan Pemkab Muratara, nomor 33.A/LHP/XVIII.PLG/06/2020 pada Tanggal 15 Juni 2020. Hasil pemeriksaan, atas kepatuhan Pemkab Musi Rawas Utara (Muratara) dalam pengelolaan TKS secara uji petik terhadap data TKS pada Disdik Muratara, menunjukan bahwa Perencanaan serta pengadaan TKS tidak sesuai kebutuhan, begitu juga peran BKPSDM terkait pengadaan TKS tidak pernah dilibatkan dalam perencanaan.

Untuk pengangkatan TKS dilingkungan Disdik Muratara hanya disahkan oleh Kepala Dinas, yang membuat surat perjanjian kerja dengan TKS tanpa dasar dan persetujuan Bupati Muratara sehingga TKS tidak terdapat dalam database. Total jumlah TKS, di Dinas Pendidikan Muratara sebanyak 1.270 orang, dan terdapat kelebihan TKS yang tidak dibutuhkan sebanyak 102 orang.

Kondisi, tersebut mengakibatkan belanja barang dan Jasa lebih saji dari belanja pegawai kurang saji. Selain itu, tidak sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan pada Laporan Realisasi Anggaran yang menyatakan, bahwa belanja diklasifikasikan menurut klasifikasi ekonomi (jenis belanja), organisasi, dan fungsi;

Terkait, persoalan ini Kepala Disdik Muratara, Sukamto, berulang kali dihubungi melalui telpon genggamnya dinomor. 0813 73 460xxx yang biasa digunakannya, untuk di mintai tanggapan, Kamis (17/9) tidak aktif atau tidak dapat dihubungi dan sampai berita dilansir belum berhasil konfirmasi. (Toding Sugara)

Pos terkait