Soal Hilangnya Beras Cadangan Pemkab Mura Akan Teruskan Ke Jalur Hukum

  • Whatsapp

MUSI RAWAS —Persoalan hilangnya aset beras sebanyak 75 Ton, untuk cadangan bencana dan gabah sekitar 25 Ton pada Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Musi Rawas (Mura), sesuai intruksi Bupati Mura, H. Hendra Gunawan. Diungkapkan, Kepala DKP Mura, Hayatun Nofrida, bawa kejalur hukum.

Jum’at (29/5), bertempat diruangan Kepala Dinas (Kadis) Ketahanan Pangan mengungkapkan. Persoalan hilangnya aset beras dan gabah yang dikelolah Asosiasi dilumbung pangan, pihak DKP sudah berpupaya melakukan pengendalian dan pengawasan dengan dua kali menyurati pihak Asosiasi lumbung pangan berserta mengundang mantan Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Ketersediaan pangan Dinas DKP, yaitu pak Tatang, untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Lanjut Kadis, tetapi sampai sekarang permasalahan ini belum ditindaklanjuti oleh pihak yang berkaitan.

“Sesuai intruksi Bupati, persoalan ini akan diteruskan ke Penegak Hukum,” ujar Hayatun Nofrida.

Sementara, dirinya membantah keras temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), yang menyebutkan Dinas DKP Mura tidak melakukan pengendaliaan dan pengawasan yang memadai terhadap stok beras dan gabah secara periodik.

“Kami telah melakukan segala upaya, melalui surat dan kunjungan”. Dijelaskan Kadis DKP Mura dirinya memintak kepada media untuk mengawal permasalahan ini sampai usai. “Saya mintak rekan – rekan media untuk mengkonfirmasi ke pihak Inspektorat, sebab Selasa ini pihanya akan melakukan rapat koordinasi kembali,” cetus Kadis DKP Mura. (Toding Sugara)

Pos terkait