Status Kasus Pungutan Disdik Mura Di Tingkatkan Ke Penyidikan, Berpotensi “TSK”

  • Whatsapp

MUSI RAWAS | LINGGAUUPDATE.COM —Saat ini status kasus pungutan  pada Dinas Pendidikan, Kabupaten Musirawas dari Penyelidikan  ditingkatkan menjadi Penyidikan . Apabila dalam proses penidikan, ditemukan kerugian negara tidak menutup kemungkinan ada yang berpotensi “TSK atau Tersangka”. Hal ini diungkapkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Lubuklinggau, Zairida, S.H.,M.Hum, Senin (22/7/2019).

Menurut, Zairida, didampingi Kasi Pidsus (Tindak Pidana Khusus) M. Ikbal, bersama Kasi Inteljen, Marlin Ritonga, melaui Press Realesnya bertepatan acara Hut HBA atau Hari Bhakti Adhyaksa Kejaksaan Negeri Lubuklinggau Ke 59. Terkait kasus pungutan pada Disdik Musirawas, sampai saat ini masih pendalaman dan status kasusnya sudah ditingkatkan ke Penyidikan

“Dalam pemeriksaan beberapa kasus yang statusnya kami tingkatkan ke Penyidikan, Apabila ada kerugian juga tidak menutupi kemungkina akan ada TSK,” tegas Kajari Lubuklinggau.

Sebagaimana diketahui, terkait persoalan ini pihak Kejaksaan sudah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa oknum, diantaranya. Kabid Guru Tenaga Kerja (GTK) Disdik Musirawas, Rifai, serta Irwan Effendi, selaku PLT Kadisdik Musirawas, dan sebanyak enam Kepala Sekolah (Kepsek) dari Muara Lakitan. Pemeriksaan itu guna Pul baket atau Pengumpulan bahan keterangan.

Selain itu, pihak Kejaksaan Negeri Lubuklinggau, juga beberapa kali melayangkan surat pangilan kepada pihak LPPKS atau Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah yang beralamat di Kota Solo, selaku pihak Rekanan pemberi materi sertifikasi dalam kegiatan Bimtek Penguatan Kepala Sekolah. Namun sangat disayangkan pihak LPPKS, sampai sekarang belum dapat diklarivikasi (Mangkir) dari panggilan tersebut.

Diketahui ditahun 2019, Dinas Pendidikan Musirawas, telah mengalokasikan dan sekitar Rp 750 juta, untuk Kegiatan Bimtek Penguatan Kepala Sekolah, dengan jumlah peserta sejumlah 282 calon Kepala Sekolah, dalam pelaksanaanya pihak Disdik Musirawas terindikasi telah melakukan pemungutan kepada 282 peserta, dengan total dana sekitar Rp 800 juta. (Tim)

Pos terkait