Stock Obat Pada Dinkes Muratara, Senilai Rp.7,7 Milyar Tidak Diyakini

  • Whatsapp

MURATARA | LINGGAUUPDATE.COM — Atas Persediaan fisik stock obat – obatan pada Dinas Kesehatan, Kabupaten Musirawas Utara (Muratara) senilai Rp.7,7 milyar. Tidak dapat diyakini kewajaranya, Minggu (11/8/2019).

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muratara, dalam Neraca Per 31 Desember 2018, telah melaporkan nilai Persediaan pada Dinas Kesehatan Muratara sebesar Rp 11 milyar. Sebagaimana diketahui Nilai persediaan merupakan Obat – obatan dari Dinkes Muratara yang tersimapan pada gudang obat, maupun di Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Rupit, serta Puskesmas

Bedasarkan, data Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Sumatera selatan, di Nomor: 28.A/LHP/XVIII.PLG/05/2019. Bahwa, dari Hasil Wawancara BPK kepada Pengurus barang, atau Petugas Obat (Apotik), diketahui untuk Nilai saldo persedian pada Puskesmas Muara Kulam sebesar Rp 1,8 milyar, tidak dapat diyakini kewajaranya.

Terdapat juga, dalam neraca laporan keuangan per 31 Desember 2018, dari Nilai saldo persediaan obat di RSUD Rupit dari Rp 6,5 milyar, ternyata tidak dapat diyakini kewajaranya senilai Rp 5,8 milyar.

Dalam LHP BPK, Persoalan ini disebabkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Muratara ditahun 2018, Kurang melakukan pengendaliaan dan pengawasan, atas pengelolaan dan penatausahaan persedian dilingkungan kerjanya.

Sehingga, dalam Permasalahan tersebut mengakibatkan nilai Persediaan obat pada Dinkes Muratara, sebesar Rp.7,7 milyar, Tidak dapat diyakini kewajaranya.

Sampai berita ini diterbitkan, pihak Dinas Kesehatan Muratara, terkait Permasalahan ini belum berhasil di Konfirmasi.

(Toding Sugara)

Pos terkait