Sulesti Butuh Bantuan Dan Uluran Tangan Dermawan

  • Whatsapp

LINGGAUUPDATE.COM – Hidup miskin dan susah bukanlah sebuah impian kelurga Umar (38) dan Lisna (39) warga Desa Lawang Agung Kecamatan Sindang Beliti Ulu ((SBU) Kabupaten Rejang Lebong Propinsi Bengkulu .kesusahannya keluarga ini dalam menghadapai kebutuhan sehari hari amatlah susah sebab pasangan suami istri ini harus menjadi buruh harian lepas di perkebunan desa setempat .

Penderitaan kemiskinan keluarga ini juga bertambah setelah anak semata wayangnya ,Sulesti (6) menderita kelumpuhan selama 3 tahun terakhir akibat mengalami demam panas saat berumur 3 Tahun yang lalu .

Saat ini Sulisti tidak dapat berjalan dan hanya bisa bergulng di lantai dan sering di gendong oleh sang ibu dan untuk makanpun harus di suap oleh sang ibu .

Saat di temui beberapa hari yang lalu ,Lisna orang tua sang anak menceritakan anaknya itu tidak bisa berjalan semenjak umur 3 tahun saat itu ,anaknya mengalami demam panas hingga mengalami step dan kejang hingga tidak bisa berjalan .

Diobat ke puskesmas hingga dokter sudah ,namun karena keterbatasan biaya pengobatannya sang anak tidak bisa di lanjutkan ,”ungkapnya .

Kami hanya buruh harian lepas ,kalau ada yang ngupah (kerja harian di kebun) ,baru ada duit dan juga saat ini kami hanya bisa mencari upahan hanya satu orang,”dulu saya dengan suami berdua cari upahan namun semenjak sang anak sakit hanya bapaknya yang cari upahan.

Kebun ada tapi kebun kami punya orang ,kami hanya ngurusnya saja (bagi hasil) ,”terangnya.

Rumah ini ,milik orang tua ,dulunya papan ,dibangun perman saat dapat bantuan bedah rumah ,jelasnya .

Ini saja bapaknya menginap di kebun ,sambil ngurus kebun dan cari upahan ,”kita berharap ada bantuan dari perintah untuk pengobatan sang anak atau ada dermawan yang ingin membantu sebab kita ingin sekali melihat anak kita satu satunya ini sehat kembali dan bisa seperti anak yang lain ,”harapnya .

Lebih lanjut kata Lisa ,dulu Sulisti ini ada seorang kakak laki laki namun,saat bermain di halaman kakak Sulisti ini digigit anjing gila hingga meninggal dunia ,kesedihan kami ini hingga belarut larut hingga lahirnya Sulisti ini yang membawa bahagia kami dan melengkapi kelurga kami ,tapi nasib berkata lain mengajak umur 3 tahun Sulisti tidak bisa berjalan dan hanya bersabar dan bersabar kapan penderitaan ini berakhir .(Grng).

Pos terkait