Terkait JUT Setengah Sak Semen Camat Purwodadi No Komen, APH Diminta Segera Turun

  • Whatsapp

LINGGAUUPDATE.COM – Diduga dikerjakan asal jadi, Irwansyah selaku Camat, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Musi Rawas tidak bersuara atau Bungkam. Senin (16/12).

Kepada wartawan Irwansyah hanya menjawab no komen ketika dimintai keterangan nya terkait pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) di desa P1 Mardiharjo, Kecamatan Purwodadi, yang diduga didalam adukan coran dalam satu molen hanya menggunakan setengah sak semen.

“no koment aku kalau masalah itu,” Ujar Irwansyah melalui sambungan seluler nya.

Sebelumnya Kepala Desa P1 Mardiharjo, Suwarsono beralibi sedang sibuk enggan menjawab ketika dipertanyakan apakah benar pembangunan tersebut hanya menggunakan setengah sak semen dalam satu adukan molen.

Dan Suwarsono juga mengakui bahwa terkait permasalahan ini, dirinya telah melaporkan ke Foms.

Hingga saat ini maksud dari Suwarsono melaporkan ke Foms menjadi pertanyaan.

“maaf sebelumnya sudah saya laporkan ke foms, maaf saya banyak kesibukan,” ujar nya melalui pesan Whatsaap. Jumat (13/12).

Lalu diakui Kades P1 Mardiharjo, bahwasanya wilayahnya merupakan sampel Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Sumatera selatan pada tahun anggaran 2018 dan 2019.

“Desa kami tahun 2019 ini bahkan untuk sampel BPKP tahun anggaran 2018 dan 2019 jadi kalau kita main – main itu akan nyelakakan diri kita sendiri, saya harap mas mengerti,” Katanya.

Sementara itu, Febri HR salah satu pemuda penggiat anti Korupsi di wilayah Musi Rawas, Lubuklinggau, Muratara (MLM) meminta kepada aparat penegak hukum, khususnya Kejaksaan Negeri Lubuklinggau dan untuk segera menurunkan tim audit terkait temuan ini.

“saya berharap dan meminta kepada Kejari Lubuklinggau untuk segera turun, jangan sampai uang rakyat yang tujuan untuk mensejahterakan masyarakat desa setempat menjadi pendapatan mensejahterakan oknum – oknum tertentu di lingkungan pemerintahan desa,” Ujar Febri Kepada wartawan.

Tak hanya itu Febri HR juga meminta kepada Kepala Desa P1 Mardiharjo untuk menjelaskan maksud dari statmen nya yang mengatakan bahwa terkait temuan ini dirinya telah melaporkan kepada Foms.

“saya berharap kepada bapak kades untuk menjelaskan apa yang dimaksud Foms tersebut, dan ada apa dengan maksudnya yang mengatakan bahwa hal tersebut sudah dilaporkan kesana,” pinta Febri HR.

Kemudian Febri HR juga mengapresiasi dengan statmen Kades P1 Mardiharjo yang megtakan bahwa wilahyanya merupakan sampel Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sumatera Selatan, akan tetapi statmen tersebut dak langsung Febri HR terima dengan mentah karena hal tersebut tidak dapat meyakini tidak ada penyimpangan di pembangunan JUT tersebut.

“saya apresiasi kalau memang benar wilayah tersebut sampel BPKP, tapi harus dijelaskan lagi sampel apa, sampel pengunaan dana desa terbaik apa sampel dana desa terburuk. Karena hal itu tidak dapat dipatokan,” Jelas nya.

Diketahui, Pembangunan JUT ini dikerjakan menggunakan anggaran Dana Desa (DD) tahun 2019 dan telah menelan anggaran senilai 195 juta. (Putra Sihombing)

Pos terkait