Tim Auditor Inspektorat Muratara Terkesan Tutup ‘Mata’

  • Whatsapp

MURATARA —FUNGSI pengawasan auditor Inspektorat, pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rupit, Kabupate Musi Rawas Utara (Muratara). Terkesan tutup “Mata” ***

Aktivis Pemerhati Kebijakan Pemerintah, Febri HR mengatakan atas realiasasi belanja jasa pelayanan di Rumah Sakit Rupit tahun 2018 dari anggaran Rp 4 milyar, terdapat belanja jasa yang tidak didukung bukti pertangunggjawaban sebesar Rp 2,1 milyar, dan Masalah ini tidak terdapat dalam hasil pemerikasaan auditor Inspektorat Muratara, saat melalukan audit Investigasi sebagaimana tertuang dalam Laporan Hasil Audit Investigasi dinomor: 700/002/III/INSPT/2019 tanggal 22 Maret 2019.

Adapun alasan Tim Inspektorat Muratara tidak mendalami masalah ini, kepada BPK atau Badan Pemeriksa Keuangan, bahwa Informasi dokumen realisasi belanja jasa yang disediakan bendahara BLUD RSUD Rupit saat itu tidak rinci, baik nilai yang diterima maupun jenisnya.

Hal ini tidak sesuai dengan Peraturan Pemerintah nomor: 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah pada Pasal 136 di Ayat (1) Menyatakan, setiap kerugian daerah yang di sebabkan oleh tindakan melanggar hukum atas kelalaian seseoarang harus segera diselesaikan sesuai ketentuaan Perundang – undangan.

Permasalahan tersebut, disebabkan oleh Direktur
RSUD Rupit dan Bendaha Pengeluaran BLUD tidak mematuhi kententuan tentang pertangunggjawaban belanja.

Atas permasalahan tersebut, Bupati Musi Rawas Utara sependapat dengan hasil pemeriksaan BPK dan akan menindaklanjuti sesuai rekomendasi BPK.

Terkait permasalahan ini sampai berita dilansir pihak Inspektorat Muratara, belum behasil tuk diwawancarai, Sabtu (25/4). (Toding Sugara)

Pos terkait