Transparansi Anggaran Pemkab Mura “Buruk” Terpantau Saat Corona

  • Whatsapp

OPINI — Empat tahun kepemimpinan Bupati Musi Rawas Hendra Gunawan, Pemkab Mura merilis kinerja tentang keberhasilan mempertahankan Tiga (3) kali berturut-turut mempertahankan Opini Wajar tanpa pengecualian (WTP).

Disisi yang lain, tertanggal 27 Desember 2019 BPKP Provinsi Sumsel mengirim surat kepada Bupati Musi Rawas H Hendra Gunawan dengan nomor surat : 61.B/S-HP/XVIII.PLG/12/2019 perihal Hasil Pemeriksaan Kinerja atas Efektivitas
Pengelolaan Belanja Daerah untuk
Meningkatkan Pembangunan Manusia TA
2016 s.d. 2018 pada Pemerintah Kabupaten Musi Rawas dan Instansi Terkait Lainnya di Muara Beliti.

Pemeriksaan bertujuan menilai efektivitas pengelolaan belanja daerah untuk meningkatkan pembangunan manusia. Dan BPK meminta pertanggungjawaban tentang tindak lanjut atas rekomendasi yang disampaikan selambat-lambatnya 60 (enam puluh) hari setelah laporan hasil pemeriksaan diterima oleh Pemerintah Kabupaten Musi Rawas.

Permasalahan tersebut terkait transparansi keuangan publik, pengelolaan belanja program/kegiatan tanpa analisis ekonomi/studi kelayakan/pra kelayakan dimana setiap usulan kegiatan tidak dilakukan seleksi. Pemeriksaan BPK juga terkait kebijakan alokasi anggaran belanja pada RKA OPD yang belum mengacu pada proyeksi anggaran RPJMD.

Tidak hanya persoalan diatas, BPK juga menyoroti perihal pengendalian dan audit internal yang belum sepenuhnya dilakukan dan Pemda juga belum mendorong partisipasi swasta/masyarakat dalam meningkatkan pembangunan manusia (harapan hidup, melek huruf, pendidikan dan standar hidup)

“Buruknya” sistem transparansi keuangan publik, pengelolaan belanja program/kegiatan dan kebijakan sangat nyata di saat Pemkab Musi Rawas menghadapi pandemi corona (Covid-19). Masyarakat mempertanyakan transparansi anggaran yang digunakan untuk memutus mata rantai penyebaran corona mulai dari anggaran penyemprotan disenfiktan, penyedian APD, Tempat Isolasi dan pengadaan sembako untuk masyarakat yang terkena dampak corona.

Penulis : Muhammad Kamil

Pos terkait