Konten Spesial

Tuntut Kapolri Dan Menkopolhukam Mundur,1 Mahasiswa Dilarikan Kerumah Sakit

  • Whatsapp

Aliansi tersebut terdiri dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) serta Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se kota Lubuklinggau.

Aksi yang dilaksanakan sekitar pukul 13.00 wib tersebut, terjadi karena rasa keprihatinan terhadap aparat kepolisian yang melakukan pelarangan dan menahan masyarakat, yang hendak menyampaikan aspirasinya ke Jakarta pada Tanggal 22 Mei 2019 lalu, salah satunya Polda Jawa Timur mencegah 1.700 massa yang akan berangkat ke Jakarta.

Dalam orasinya salah satu koordinator aksi, Riki Aji Pambudi dalam orasinya, mengecam tindakan refresif aparat keamanan Negara, meminta TNI dan Polri menjaga kondusifitas keamanan Negara, meminta Kapolri dan Menkopohulkam mengundurkan diri karena tidak mampu menjaga stabilitas Politik Hukum dan Keamanan Negara.

Selain itu, Aliansi juga mengecam aparat mencegah masyarakat yang hendak ikut turun aksi damai menuntut kedaulatan rakyat, dan menyesalkan tindakan pemerintah terkait penyampaian informasi melalui media sosial karena bertentangan dengan Undang-Undang nomor 39 tahun 1999, teriak Riki dalam orasinya di simpang lampu merah Kota Lubuklinggau.

Bahkan ia meminta kepada aparat penegak hukum untuk memberikan jaminan perlindungan dan kepastian hukum bagi setiap warga negara yang ingin menyampaikan pendapat di muka umum, serta menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan damai dalam menyampaikan aspirasinya jangan mudah diprovokasi.

Aksi demo ini dijaga ketat oleh pihak kepolisan, karena membuat keadaan lalulintas menjadi padat merayap, karena mahasiswa juga melakukan aksi bakar ban.

Saat pembakaran ban, aparat berniat memadamkan api menggunakan tabung racun api, entah sengaja atau tidak moncong racun api mengarah ke muka salah satu peserta aksi dalam jarak dekat, Saribudin dari HMI, hingga penglihatan terganggu dan roboh seketika, dan langsung dibawa ke rumah sakit Sobirin untuk dirawat.

Wakapolres Lubuklinggau, Kompol Zulkarnain, dari lokasi aksi langsung menaggapi, dengan turut menaiki mobil pick up dan memberikan penjelasannya kepada para Aliansi Mahasiswa Kota Lubuklinggau.

Pihak kepolisian menyampaikan secara langsung terkait kejadian di Jakarta, pada intinya kegiatan pengamanan dilakukan dari pagi sampai malam, kemudian pada pengunjuk rasa ada mobil yang dibakar, dan bahkan polisi dilempari dengan menggunakan batu, kata Wakapolres saat memberikan penjelasannya.

Melalui protap yang ada, petugas Kepolisian memberikan peringatan, sehingga terjadilah kejadian pada aksi di Jakarta tersebut, namun kejadian tersebut saat ini sudah ditangani oleh Mabes Polri. “Kita percayakan pada petinggi-petinggi disana,” terang Wakapolres.

Ia juga menegaskan jika ia selaku pihak Kepolisian mengucapkan terima kasih atas kritikan para mahasiswa. “Nanti kritikan adek-adek akan saya sampaikan ke atasan,” katanya.

Tidak lupa Wakapolres, mengajak semua peserta aksi untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat. “Saya mengajak adik-adik mahasiswa untuk shalat Ashar bersama,” tutupnya. (BRY)

Sumber : KabarSriwijaya.com

Pos terkait

Payo Befikir