Warga Belalau I Keluhkan Bansos Sembako PKH Tidak Merata

  • Whatsapp

LINGGAUUPDATE.COM – Warga Kelurahan Belalau I, Kecamatan Utara I, Kota Lubuklinggau, Sumatra Selatan, Keluhkan Bantuan Sosial (Bansos) yang berbentuk sembako untuk masyarakat penerima Program Keluarga Harapan (PKH) yang tidak merata. Minggu (20/09/2020).

Keluhan masyarakat tersebut karena tidak meratanya pembagian bansos sembako terhadap para warga yang penerima bantuan PKH, sehingga muncul pertanyaan dari warga yang mendapat PKH di Belalau I.

Salah seorang warga penerima PKH di Kelurahan Belalau I, Inisal Y, mengatakan bahwa dirinya sudah dua bulan ini (Agustus-September) tidak mendapatkan bansos sembako, sementara ada warga lainnya rutin setiap bulan medapatkan bansos sembako tersebut.

“Entah saya pun bingung, kok orang lain bisa dapat tetapi kami tidak dapat, padahal kami juga terdata sebagai penerima PKH”, ungkap Y, saat di wawancarai.

Diceritakannnya, waktu itu dirinya dapat informasi ada pembagian bansos sembako untuk bulan mei, juni dan juli. Namun bulan juli lalu dirinya mendapat bansos tersebut hanya untuk bulan juni dan juli, sementara bulan mei tidak terhitung.

“Saya kurang tahu juga kok bisa gak di hitung yang bulan mei, kabarnya pembagian sembako itu tiap bulan, saya juga gak ngerti om”, ujar Y bingung.

Sementara itu, salah satu pendamping PKH Kecamatan Lubuklinggau Utara I, Afri Diensyah, menjelaskan bahwa sistem dalam pengambilan bansos tersebut menggunakan kode, dan setiap warga penerima PKH itu sudah memiliki kode masing-masing.

“Sampai saat ini sepengetahuan saya kode itu ada empat, yakni 14, 41, 91 dan 06, kalau selebihnya saya kurang tahu, coba langsung tanyakan dengan Rendy, karena dia TKSK di sini”, ungkapnya.

Dikatakan, yang memberi dan membuat kode-kode tersebut itu pihak Bank yang bermitra dengan pemerintah, nah saat pengambilan bansos kartu dan kode setiap warga itu kita cek melalui mesin edisi, jika saldo nya tidak ada, maka kami tidak bisa memberikan bantuan tersebut, karena kewenangan kami hanya menyalurkan.

Dari ke empat kode tersebut, sambung Dien, memang sering terjadi kodenya tidak valid, terlepas dari apapun masalahnya kami juga kurang tahu, tapi yang jelas khusus untuk kode 14, mengapa sampai dua bulan ini tidak mendapatkan bansos tersebut, indikasinya itu adanya bantuan yang Double.

“Karena, tidak menutup kemungkinan adanya warga yang tinggal dalam satu rumah (Orang tua dan anak) namun sudah berbeda Kartu Keluarga (KK)”, jelasnya.

Lanjutnya, selain itu jika seandainya ada warga yang sudah 3 bulan tidak mendapatkan bansos tersebut, saat pengambilan bansos dia hanya mendapatkan 2 bulan saja, itu karena saat dilakukan pengecekan di mesin edisi, saldo bantuannya hanya untuk 2 bulan, sementara yang 1 bulannya kami tidak tahu kemana, kembali lagi itu kewenangan pihak Bank.

“Kami membagikan bansos tersebut berdasarkan saldo di kartu ATM nya, meskipun warga tersebut sudah 3 bulan tidak mendapatkan bansos namun jika saldonya hanya untuk 1 bulan, ya kami berikan hanya untuk 1 bulan”, terangnya.(syarif)

Pos terkait