Yas Karim Minta ‘Nito Mahfilindo’ Untuk Jongkok Di Jamban Bugil

  • Whatsapp

MUSI RAWAS — SEBAGAI bahan percobaan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) meminta kepada Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Musi Rawas (Mura) “Nito Mahfilindo”, mencoba jongkok diatas jamban bugil. ***

Selasa (12/5) Yas Karim, selaku Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Musi Rawas, sangat geram dengan ulah oknum Dinas Perkim Mura yang membangun jamban tak ada dinding. Lanjutnya, oknum itu sudah tidak punya akal sehat, sehingga jamban dibuat semaunya.

“Sebelum masyarakat merasakan, Kita uji coba dulu meminta pak Nito Mahfilindo, untuk duduk diatas jamban buatan Dinasnya,” pinta Yas Karim.

Dirinya, berharap atas persolan ini Bupati Musi Rawas, H. Hendra Gunawan, jangan tutup mata sebab ini menyangkut kebutuhan orang banyak dan Penegak Hukum jagan diam saja, sebab pembanguan ini ada indikasi maling uang negara.

“Masalah ini akan kami bawa rapat forum, jika perlu APH juga bertindak sebab Pembangunan ini sudah tidak logis,” ujarnya

Diketahui, Pembangunan jamban tanpa ada pemasangan bilik atau tidak berdinding itu terdapat berjumlah sekitar 50 unit yang tersebar di Kelurahan P2, Kecamatan Purwodadi, adapun biaya pembuatan jamban satu (1) unit menelan dana sekitar Rp 8,6 juta.

Bedasarkan data Rencana Umum Pengadaan (RUP) tahun anggaran 2019, bahwa Pembuatan jamban yang tersebar dibeberapa Kecamatan Musi Rawas nilai dana keseluruan mencapai kisaran Rp 5,2 milyar, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) serta dari Dana Alokasi Khusus atau DAK -Afirmasi dan Reguler tahun 2019, dengan uraian.

Total APBD tahun 2019, sekitar Rp 915 juta, yang tercatat dalam Kegiatan pembangunan tangki septik skala indvidual perdesaan, sedangkan mekanisme dilaksanakan melalui pihak Rekanan dibagi menjadi (4) Kegiatan dalam proses tender dengan masing – masing dana sekitar Rp 288 juta.

Sebelumnya, terkait permasalahan ini Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Mirwani, sewaktu ditemui dikantornya untuk dikonfirmasi sedang tidak ditempat, begitu juga Kepala Dinas Perkim Mura, Nito Mahfilindo lagi rapat.

“Untuk PPTK Jamban, itu Pak Mirwani, beliau sudah hampir 2 bulan tidak masuk kantor,” jelas stap di Perkim Mura yang namanya tidak mau disebutkan. 

Sementara itu dari biaya DAK – Afirmasi dengan Dana sekitar Rp 2,7 milyar, pada Kegiatan penyediaan sarana dan prasarana air limbah dosmetik, melalui Swakelola. Sedangkan, biaya DAK- Reguler nilai dana sekitar Rp 1,6 milyar, pada Pekerjaan pembangunan tangki septik, dengan pelaksanaanya melalui Swakelola.

(Toding Sugara)

Pos terkait